Seputar Tentang KIS
Seperti sudah kita pahami bahwasannya mendidik dan membesarkan anak adalah amanah dari Allah SWT yang harus dijalankan dengan sebaik- baiknya. Banyak hal yang harus diperhatikan untuk menentukan pola pendidikan yang terbaik bagi masing-masing anak, apalagi mereka tidak hidup di jaman dahulu.
“Didiklah anakmu sesuai dengan jamannya, Karena mereka hidup bukan di jamanmu”
Islam juga membagi-bagi tahapan kedewasaan manusia menjadi tiga bagian.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah saw mengatakan:
“Anak itu adalah tuan sampai berusia 7 tahun dan budak dalam 7 tahun kedua serta wazir (mitra keluarga/teman) di 7 tahun ketiga. Setelah engkau membesarkannya selama 21 tahun, jika engkau suka akan karakternya maka itu adalah kebaikan dan jika itu tidak maka biarkan ia demikian karena engkau telah mendapatkan uzur dari Allah Swt.”
Amirul Mukminin juga mengatakan, “Sayangilah dan layanilah anak sampai usia tujuh tahun, kemudian didiklah anakmu selama tujuh tahun dan di tujuh tahun ketiga suruhlah anakmu untuk ikut membantu urusan keluargamu!”
Kayuringin Islamic School adalah Sekolah dengan sistem Integrasi dimulai dari usia 3 tahun hingga 12 tahun. Dimulai dari tingkat Play Group hingga SD kelas VI.
Dimana kami berusaha mengimplementasikan apa yang telah diajarkan Rasulullah Sholollohu ‘alaihi wassalam kepada kita khususnya untuk masalah mendidik anak.
Play Group dan Taman Kanak Kanak KIS

Play Group dan Taman Kanak Kanak Kayuringin Islamic School
Kami memiliki misi mengintegrasikan nilai keislaman dan nilai nilai sosial kepada anak dikemas dengan metode pendekatan karaktek anak.

Praktek Kehidupan Islami dan Penngenalan Bahasa Arab sudah kami mulai untuk anak usia 4 tahun dikombinasikan dengan materi pelajaran yang dibutuhkan di lingkungan, sesuai dengan perkembangan anak dan tuntutan jaman
Disamping materi ajar yang telah disiapkan oleh guru, kami juga menggunakan materi ajar yang biasa digunakan oleh sekolah dengan metode Montessori.
Metode Montessori adalah suatu metode pendidikan untuk anak-anak, berdasar pada teori perkembangan anak dari Dr. Maria Montessori, seorang pendidik dari Italia di akhir abad 19 dan awal abad 20. Metode ini diterapkan terutama di pra-sekolah dan sekolah dasar, walaupun ada juga penerapannya sampai jenjang pendidikan menengah.
Ciri dari metode ini adalah penekanan pada aktivitas pengarahan diri pada anak dan pengamatan klinis dari guru. Metode ini menekankan pentingnya penyesuaian dari lingkungan belajar anak dengan tingkat perkembangannya, dan peran aktivitas fisik dalam menyerap konsep akademis dan keterampilan praktik. Ciri lainnya adalah adanya penggunaan peralatan otodidak (koreksi diri) untuk memperkenalkan berbagai konsep.

